Mama, perempuan pertama yang mengenalkanku pada dunia literasi

Haiii, akhirnya setelah sekian purnama blog ini ku lirik lagi. Mohon maklum yaah Bund, keriuhan dunia nyata kadang menyita banyak waktu. Ahhh, alesan aja ini mah. Kalau sedang nggak mood atau sedang stuck ngeles aja. 


Okay Bund, kali ini saya lebih banyak ingin bercerita tentang awal mula ketertarikan terhadap dunia tulis menulis ini. 


Mama. Yaaa, beliau adalah sosok pertama yang dengan sengaja menceburkan saya di dunia literasi ini. Itu sekitar usia saya kisaran 8-9 tahun. Di usia semuda itu, beliau bahkan lebih tepatnya 'meracuni' saya dengan buku-buku. Mulai dari buku cerita bergambar, kayak dongeng dari berbagai negara.


Lalu semakin besar saya mulai melirik buku-buku roman milik mama. Tidak heran saya sudah bergaul baik dengan karya Hamka dan buku dari penerbit Balai Pustaka lainnya. 


Lalu karena perbendaharaan kata mulai banyak, mama sering mendaftarkan saya mengikuti lomba-lomba menulis tingkat anak-anak. Zaman itu, sekitar tahun 1990-an medianya masih memakai koran, majalah anak-anak. 


Kata mama, jangan mikirin menang dan hadiah lomba dulu. Nulis aja yang terbaik. Hasilkan karya terhebat versi kita. Menang kalah itu soal selera juri saja. Haha.. 


Belakangan saya paham setelah jadi seorang ibu dari empat orang anak, baru paham bahwa itu adalah kalimat penyemangat seorang ibu pada seorang anak. Biar PD dulu aja. Nikmati prosesnya sajooo.. 


Yaaa, seperti kata mama tadi, kadang dalam lomba nulis itu saya merasakan jadi pemenang. Tapi sering juga kalah. Ops, mungkin kalah yaa bahasanya. Belum waktunya dilirik juri aja. Next time, naskah tersebut bisa diolah lagi, di revisi di sana sini, kirim lagi buat lomba yang lain jika kebetulan temanya sama biasanya menang sih. Walau kadang tidak selalu pemenang utama. 


Oya, ada cerita lucu juga saat saya mendapatkan hadiah ketika memenangkan lomba menulis tersebut. Hadiah-hadiah itu biasanya berbentuk buku tulis dan alat tulis. Nah, nanti di sekolah bisa dipamerin kepada teman-teman. Haha.. Agak riya jatohnya yaaa.. 


Terakhir, waktu sekolah dasar saya memenangkan lomba menulis cerita anak tingkat kabupaten. Itu ada pialanya. Ehh, si mama kekeuh nggak mau menyerahkan pialanya ke sekolah. Padahal kan saya mewakili sekolah. Tapi syukurnya pihak sekolah maklum. 


Nah, sekarang ketika di usia ini, kecintaan saya pada dunia literasi menjadi Me Time yang mengasyikkan. Dunia tulis menulis yang sempat di kenalkan oleh mama semasa usia belia dulu, ternyata membawa banyaaak berkah buat saya di masa datang. 


Oya, bagi Bunda yang belum terlalu mengenal saya di dunia kepenulisan online ini, total hampir 5 tahun belakangan ini aktif. Nulis apa saja, kayak artikel dan fiksi, saya suka semuanya. 


Saya meniatkan sejak awal terjun ke dunia literasi online ini untuk syiar. Dengan kata lain, menebar manfaat bagi orang lain melalui tulisan-tulisan saya. Berbagai komunitas kepenulisan saya ikuti, training kepenulisan dari yang gratisan sampai yang berbayar, banyaaaak yang saya ikuti juga. 


Btw, sejujurnya saya masih haus belajar terus di dunia kepenulisan ini. Sebab, saya melihat ilmu kepenulisan itu dinamis dan long lasting. Setuju yaaa Bund.. 


Mama, saya mau mengucapkan terimakasih padamu, bahwa betapa bangganya saya disini padamu. Berkat dirimu yang menceburkan saya pada dunia literasi ini, kutemukan PASSION hidupku. 


Walau mama tidak lagi melihat karya-karya saya sejak 4 bulan terakhir, karena Allah SWT lebih menyayangimu lebih dari cinta saya. Tapi, amal jariyahmu, akan saya teruskan sampai ke anak cucu saya kelak. 


Okelah Bund, sekian dulu cerita saya yaaa.. 

Semoga bisa diambil hikmahnya. 


Tidak ada komentar:

terimakasih sudah berkunjung, dan mohon maaf komennya di moderasi dulu yaa..

Diberdayakan oleh Blogger.