Membeli Rumah Baru di Masa Pandemi, Worth it Nggak Ya?


Foto by. Liputan6.com

Haiii.. mempunyai dan membeli rumah ternyata juga salah satu lifestyle loh. Karena kebutuhan akan tempat tinggal semakin tinggi saat ini apalagi di daerah perkotaan. 


Dan dari beberapa literatur yang sudah saya rangkum, tipe rumah minimalis plus bujet tipis lagi booming. Yaiyalah, bisa punya aja udah syukur banget yakaan. Setidaknya keluarga udah nggak pusing kali tiap abis tahun, mesti mikir pindah kemana lagi atau tiba-tiba ada kabar uang sewa naik lagi. Heu, saya dulu merasakan jadi kontraktor sodara-sodara. Yaa ada pait manisnyalah.. Hingga suatu hari Allah mampukan kami memiliki hunian sendiri. 


Alhamdulillah.. Semoga teman-teman pembacaku juga yang belum memiliki rumah disegerakan oleh Allah yaa. Amiinn.. 


Nggak ada yang tau, mungkin saat pandemi ini, kalian yang udah ngebet beli rumah baru, atau nambah investasi properti sekaranglah saatnya. 


Loh gimana sih, kan lagi pandemi. Semua harga naik. Hey, kata siapa Malih. Enggak semua juga kaliiii.. Ada yang naik dan ada juga yang turun. Kayak sebagian properti. Cek aja sekeliling tempat tinggal kalian. Banyak yang lagi jual kan. Mungkin lagi butuh dana cepat, atau pindah rumah atau memang terdampak situasi pandemi. 


Itulah peluang kalian. 

Yuk simak dulu deh..


Buat sebagian orang bilang membeli rumah rumah di saat masa pandemi seperti ini hampir mustahil rasanya ya. Lha wong orang pada berbondong-bondong menjual propertinya demi menyambung hidup dan menambah income. Sebab, seperti yang kita ketahui, selama musim pandemi covid-19 sebagian besar negara di dunia termasuk Indonesia memberlakukan sistem Work From Home (WFH) dan School From Home (SFH). 


Semuanya dilakukan dari rumah, bekerja dan bersekolah. Otomatis, secara penghasilan sebagian besar orang berkurang dari biasanya. Terus, mau beli rumah pula.. 


Kembali lagi ke persoalan membeli rumah di masa pandemi yaa. Jadi, gini deh bila sesuatu itu mustahil bagi orang, belum tentu bagi kita iya kan. Dan setiap persoalan pasti mengandung hikmah dan celah untuk menuju jalan keluar. 


Nah, ketika sebagian besar orang-orang menjual propertinya, maka ini merupakan peluang bagi kalian yang ingin membeli rumah. Jadi, mungkin banget loh yaa kalian membeli rumah di tengah carut marut pandemi yang entah sampai kapan usainya ini. 


Mari kita berhitung apa dan bagaimana caranya serta kiat-kiatnya agar rumah impian menjadi milikmu. Hmm, pasti sudah tidak sabar yaa.. okay bersiap yaaa..


Pastikan keuangan kalian dalam kondisi aman dan stabil.

Bukan rahasia lagi, jika ingin membeli rumah harus punya persiapan biaya yang matang. Sebab, kesiapan dana merupakan persiapan utama dalam membeli rumah. Memiliki rumah impian untuk seluruh anggota keluarga tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Karenanya, kalian perlu mempersiapkan semua dana pembelian rumah jauh-jauh hari yaa..


Oya, perlu dicatat juga nih pastikan juga ketika dana tersebut terpakai untuk membeli rumah, semua kebutuhan pokok lainnya sudah terpenuhi. Jangan sampai keputusan membeli rumah ini justru membebani kondisi finansial untuk memenuhi kebutuhan lain. Misalnya dana pendidikan anak-anak terpakai guna membeli rumah. Syukur-syukur kalian mempunyai dana cadangan untuk mengganti dana sekolah anak, tapi kalau tidak tentu saja akan menimbulkan masalah baru di kemudian hari. 

Jadi, usahakan  sejak awal kalian mempersiapkan dana pembelian rumah secara khusus agar tidak bercampur dengan dana lainnya.


Mau Cara Pembelian Rumah, Tunai atau Kredit

Setelah memutuskan untuk membeli rumah dengan dana yang sudah terkumpul, kalian harus menentukan cara pembelian rumah, mau membeli rumah secara tunai atau kredit. Agar tidak salah pilih, harus mempertimbangkan benefit dan resiko keduanya. Berdiskusilah dengan suami dan anggota keluarga lainnya yang bisa dipercaya argumentasinya.


Cara tunai. Misalnya jika memutuskan membeli secara tunai lebih baik dilakukan ketika dana benar-benar sudah sesuai dengan harga rumah. Oya, membeli rumah dengan cara tunai, tidak melulu rumah baru. Rumah bekas juga banyak yang dijual dengan harga miring kok.


Misalnya beberapa waktu lalu, seorang teman lama menawarkan rumahnya untuk dijual dengan alasan terdampak pandemi. Tidak bisa dipungkiri bahwa selama masa pandemi, banyak rumah yang dijual. Namun, kenyataannya suku bunga bank bertambah naik. Akhirnya orang-orang menjual rumah dan properti mereka.


Cara kredit. Sistem pembelian rumah kredit ini dikenal dengan nama KPR. Agar terjamin, aman usahakan memilih KPR yang sesuai kemampuan dan layanannya terpecaya. Lakukan survey dan kumpulkan informasi sebanyak mungkin pada lembaga yang menyediakan layanan KPR tersebut.


Sistem KPR dalam pandangan Islam.

Bagaimana pandangan masyarakat di Indonesia sendiri yang mayoritas beragama Islam mengenai pembelian rumah dengan sistem cicilan KPR tersebut? 

Dalam Islam, program cicilan dengan sistem bunga ini termasuk riba yang tidak diperbolehkan. 


Lalu bagaimana caranya membeli rumah menurut Islam yang berkah dan tidak mengandung riba? 


Berikut ini tips-tipsnya:

Harus rajin menabung dan menekan pengeluaran yang kurang penting.

Menabung merupakan cara paling dasar bagi semua orang untuk membantu mewujudkan hal yang diinginkan. Dalam Islam, menabung dan berhemat telah diajarkan sejak dini guna membantu mewujudkan keinginan termasuk membeli rumah. Memang memerlukan waktu yang cukup lama. 


Namun trik berikut mungkin bisa membantu mempermudah hal tersebut: gunakan dua tabungan yang berbeda, bikin list kebutuhan pokok dalam sebulan, jangan beli barang yang tidak perlu, siapkan dana darurat di setiap bulan, sisihkan uang penghasilan untuk ditabungkan terlebih dahulu.


Langitkan doa-doa di sepertiga malam.

Dalam Islam, jika seseorang memiliki hajat atau keinginan maka waktu berdoa yang paling mustajab ialah saat sepertiga malam. Yaaa, keinginan kuat harus dibarengi dengan doa yang khusu’. Memohon pada Sang Pemilik Alam supaya dimudahkan segalanya. Termasuk membeli rumah bukanlah suatu hal yang mewah atau berlebihan. Membeli rumah untuk keperluan tempat tinggal dan berlindung adalah salah satu ibadah karena bisa menjadi bagian dari perlindungan bagi keluarga.


Banyak-banyak bersedekah

Pernah dengar tidak rumus sedekah? Bahwa semakin banyak kita bersedekah, maka kebaikan yang diperoleh akan kembali lagi pada kita loh. Jadi nggak bikin rugi kok banyak bersedekah. Sedekah menjadi cara cepat punya rumah yang termasuk ke dalam amalan pelancar rezeki. Sedekah mengajarkan untuk selalu membantu sesama dapat membawa keberuntungan sekaligus rezeki yang tak terduga. 


Jika perlu lakukan survei perumahan syariah

Dulu sebelum memiliki rumah, saya juga pernah melakukan survey pada perumahan syariah. Didorong rasa penasaran saja sebenarnya, apa sih perbedaan perumahan syariah dan perumahan konvesional.


Jadi intinya tuh, perumahan syariah seperti berikut ini:

Tidak melibatkan bank, Tanpa BI checking, Tanpa denda, Tanpa bunga, Tanpa sita, Tanpa akad ganda

Cara ini tentunya  memberikan kenyamanan bagi kita yang ingin mengajukan pembelian rumah dengan cara sesuai syariat. Kalian bisa cek langsung ke agen-agen properti syariah terdekat yaa..


Dukung keuangan dengan Investasi

Uang yang kalian miliki selain ditabung, bisa juga untuk diinvestasikan seperti membuka deposito atau membeli emas. Oya, harga emas akhir-akhir ini naik terus. Beruntunglah yang berinvestasi dalam bentuk emas. Jenis investasi ini bisa memberi hasil yang cukup besar, selisih harga jual dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Tapi disarankan hindari menginvestasikan uang kalian pada perusahaan yang menjanjikan timbal balik besar, cepat, dan risiko yang minimalis. Setidaknya berhati-hati saja. 


Tentukan fungsi hunian yang akan dibeli tersebut

Perlu ditekankan juga sebelum melakukan pembelian, tentukan lebih dulu fungsi dari hunian. Apakah akan dijadikan tempat tinggal permanen, atau akan disewakan nantinya. Sebab, dengan mengetahui fungsi hunian, kita dapat membuat keputusan yang tepat soal lokasi. Karena beda lokasi akan beda harga. 

Contohnya, jika rumah yang akan dibeli itu bertujuan untuk disewakan, maka harus diperhatikan jarak hunian yang dipilih dari pusat kota. Sebab, perumahan atau apartemen yang berada di jantung kota akan lebih mudah menggaet peminat.

Belum lagi soal infrastruktur dan akses transportasi. Jika fasilitas penunjang tak dimiliki, pembelian mungkin tak cocok dilakukan. Tapi, jika hunian diambil untuk keperluan pribadi, maka masalah lokasi, infrastruktur, dan fasilitas penunjang lainnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pribadi. Untuk kalian yang bekerja dari rumah dan tak suka hiruk pikuk kota disarankan untuk membeli di daerah sub-urban. Selain lebih murah, kualitas hidup pun bisa jadi jauh lebih tinggi


Perlu dicek juga fasilitas yang disediakan, jika membeli rumah di sekitar perumahan

Sebagai calon pembeli, kita  tentu ingin mendapatkan harga dan kualitas hunian terbaik. Maka, sangat disarankan supaya jangan terburu-buru memutuskan selama belum melakukan survei yang cukup banyak. Sebab, kadang kita hanya tergiur dengan harga murah yang ditawarkan. Tapi jika fasilitas tidak  dilengkapi dengan apa yang dibutuhkan, wahh bisa-bisa dompet kita jebol untuk membayar pengeluaran yang tidak terdapat dalam fasilitas. 


Nah, bagaimana membeli rumah di musim pandemi masih worth it kan?

Kata kuncinya cuma: 

-Punya uang yang cukup (udah nabung jauh-jauh hari), 

-bisa liat peluang (yaa saat-saat kayak gini), 

-pinter negosiasi supaya dapat harga bagus, 

-dan udah paham mau pakai jalur apa membelinya (mau KPR atau tunai itu pilihan yaa..)

Selamat hunting rumah baru yang kalian impikan yaa.. 

Wohooo.. Tahun baru rumah baruuu dan rezeki baruuu..😊

Tidak ada komentar:

terimakasih sudah berkunjung, dan mohon maaf komennya di moderasi dulu yaa..

Diberdayakan oleh Blogger.