Mari Mengenal Squalene sebagai Bahan Baku Vaksin Covid-19

Foto by. SharkAllies


Apa itu Squalene?

Squalene akhir-akhir ini menjadi topik yang ramai diperbincangkan karena diduga dapat menjadi bahan pembuatan vaksin Covid-19. Squalene merupakan minyak alami yang banyak ditemukan pada hati ikan hiu ini dapat menciptakan respon kekebalan tubuh yang kuat. Dengan kata lain, squalene sangat baik digunakan sebagai antibodi bagi manusia secara alami sebab bersumber dari ekstrak hewani.

Seperti dilansir dari berbagai media menyebutkan bahwa Squalene diduga dapat membantu mengembangkan penelitian vaksin dan digunakan sebagai bahan baku vaksin Covid-19. Namun sampai tulisan ini dirilis, para ahli masih mencoba mencari alternatif produk non hewani yang notabene berbahan dasar ikan hiu tersebut.

Jika salah satu kandidat vaksin Covid-19 saat ini yang menggunakan squalene disetujui untuk diproduksi dan didistribusikan di seluruh dunia, maka bisa dipastikan akan ada sekitar 250.000 ekor hiu yang akan dibunuh untuk membuat vaksin tersebut. Wow..

 

Adakah sumber vaksin lain selain Squalene?

Menurut Shark Allies, sebuah organisasi perlindungan satwa nirlaba yang berpusat di California, mengutarakan bahwa sebenarnya ada alternatif lain yang lebih aman dan tidak merusak populasi hiu. Yakni tebu, minyak zaitun, dan ragi bisa diberdayakan sebagai pengganti hiu. Wah, ketiga alternatif tersebut sangat banyak terdapat di bumi nusantara. Namun, disinyalir ketiga sumber-sumber ini dinilai membutuhkan biaya mahal dan waktu lama untuk diekstrak. Baiklah, terkendala biaya besar rupanya..

 

Squalene juga sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit loh..

Tahukah, bahwa sebenarnya Squalene adalah lipid yang diproduksi secara alami oleh sel kulit kita. Sayangnya, jumlah squalene yang diproduksi tubuh menurun seiring bertambahnya usia.

Squalane memiliki manfaat yang luar biasa dalam meningkatkan hidrasi dan membantu kulit tampak lebih cerah dan sehat. Anti oksidan dalam minyak ini juga dapat melawan kerusakan kulit dan radikal bebas, yang keduanya dapat mempercepat proses penuaan. Hayooo, berbahagialah kalian yang terbiasa mengonsumsi herbal dengan bahan dasar squalene. Biasanya di pasaran seringkali dikenal dengan fishqua atau minyak ikan. Selamat yaa, kalian sudah selangkah mendekati pola hidup lebih sehat bersama squalene.

Okay, produksi puncak pelembab alami ini terjadi pada usia remaja, dengan produksi yang melambat di usia 20-an atau 30-an. Alhasil, kulit menjadi lebih kering dan kasar. Squalene tidak hanya diproduksi alami oleh tubuh manusia, tetapi juga terdapat pada buah zaitun, dedak padi, dan tebu dan juga hati hiu. Hmm.. banyak pilihan ternyata yaa..

Penggunaan squalene secara teratur juga dapat meningkatkan produksi kolagen loh dan menghasilkan kulit yang lebih kencang. Sampai disini menarik yaa.. Squalane juga baik digunakan untuk kulit berjerawat cenderung berminyak. Selain itu squalane memiliki sifat anti inflamasi yang dapat mengurangi kemerahan dan bengkak. 

Squalane tidak akan menyumbat pori-pori ketika minyak alami kulit, sel kulit mati, dan bakteri menyumbat pori-pori. Karena sifatnya yang anti inflamasi, squalene dapat meredakan berbagai masalah peradangan kulit. Ini termasuk peradangan jerawat, eksim, psoriasis, dermatitis, dan rosacea.

 

Squalene dan imun-booster

Terkait dengan pengembangan vaksin Covid-19, minyak squalene memang memiliki manfaat terhadap peningkatan imun sistem. Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Perma Healthcare, minyak ini mengandung elemen yang meningkatkan sistem kekebalan individu dengan sangat baik. Tidak heran makanya minyak alami dari ekstrak hati ikan hiu yang disebut squalene diatas dapat membantu mengembangkan vaksin Covid-19. Karena minyak alami yang banyak ditemukan pada hati hiu ini dapat menciptakan respons kekebalan yang kuat. Sebuah kabar baik yaa bagi kita semua..

Masih menurut beberapa penelitian yang sudah dirangkum, ada  unsur penting yang terkandung dalam squalene yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Kandungan tersebut adalah alkylglycerols yang dapat melawan flu, virus dan infeksi serta melawan kanker dengan membunuh sel tumor.

Alkylglycerols mengaktifkan sistem kekebalan dengan cara:1). Meningkatkan kerja sel sistem kekebalan yang dikenal sebagai makrofag dengan menghancurkan kuman yang menyerang dan membuat sel rusak. 2). Pemblokiran penghambat protein kinase C yang bertindak sebagai pengatur kunci pertumbuhan sel. 3). Menurunkan efek samping kemoterapi dan pengobatan radiasi karena kemampuannya untuk melindungi membran sel. Kondisi medis, seperti arthritis, psoriasis dan asma.  

 

Polemik penggunaan squalene masih bergulir

Dikabarkan sebuah perusahaan farmasi, yakni GlaxoSmithKline sudah menggunakan squalene berbahan dasar ikan hiu sebagai bahan pembantu zat yang digunakan untuk membuat respons kekebalan yang lebih kuat, dalam vaksin flu. Pada Mei lalu, pihak perusahaan farmasi tersebut mengatakan akan memproduksi 1 miliar dosis bahan pembantu berbasis hiu untuk penggunaan potensial dalam vaksin Covid-19. 

Inilah yang masih menjadi perdebatan dan polemik di dunia medis serta keberlangsungan kehidupan manusia di masa pandemi saat ini. Ahli konservasi memperkirakan bahwa untuk mengimunisasi populasi manusia di dunia hanya dengan satu dosis vaksin virus Covid-19 dengan squalene akan menyebabkan pemusnahan 250.000 hiu.Ironis yaa..

Hmm, sungguh polemik yang rumit yaa.. Antara bencana bagi populasi hiu yang akan semakin punah dan keberlangsungan kehidupan manusia.   

Padahal selama bertahun-tahun, kita mengenal squalene telah digunakan untuk mengobati atau mencegah penyakit seperti berbagai jenis influenza dan virus corona termasuk SARS-CoV, dan MERS-CoV, serta rabies.

Semoga pemerintah mampu mengambil langkah bijak dalam menyikapi semua hal ini. Kita doakan saja..

Tidak ada komentar:

terimakasih sudah berkunjung, dan mohon maaf komennya di moderasi dulu yaa..

Diberdayakan oleh Blogger.