Perempuan Potensial Sebagai CEO? Bisa!



Haiii,  kalau kita ngomongin perempuan berpotensi yang menduduki top prestasi dan top leader tuh buanyak nama yang muncul. Mulai dari dunia internasional sampai lokal. Googling aja deh. Enggak cuma nama si embak Kamala Harris yang sedang viral itu. 

Kalian sudah pernah melihat seorang perempuan muda, Sherly Annavita dan pencapaiannya  sebagai motivator dan influencer di usianya yang masih tergolong sangat muda? Kiprahnya di dunia anak muda patut diacungi jempol. 

Atau seorang Najwa Shihab yang sukses membangun medianya sendiri,  Narasi TV, setelah sebelumnya juga sukses dengan programnya di media publik.  

Kalau kita sebut nama-nama perempuan berpotensi lainnya tentu sangat banyak sekali.  Atau kalian sendiri, yang sedang membaca tulisan ini. Selamat untuk diri kalian sendiri.. 

Ketika seorang perempuan berpotensi tadi masuk dalam kancah industri,  sebuah hasil studi terbaru dari The Peterson Institute for International Economics dan Ernst & Young mengatakan bahwa mereka menemukan kalau lebih banyak perempuan potensial yang terlibat di lini top leader perusahaan akan lebih meningkatkan profit secara signifikan. 

Wow, berarti keberadaan kaum perempuan di lini tersebut sangat berpengaruh yaa..

Menurut laporan lain lagi yang ditulis dengan judul Is Gender Diversity Profitable Evidence from Global Study mengungkapkan bahwa, perusahaan atau organisasi dengan keberadaan 30 persen pemimpinnya yang bergender perempuan, potensinya baik,  dikatakan akan mampu meningkatkan persentase profit hingga 6 persen. Masih wow yaa.. 

Sebuah studi yang dilakukan terhadap 21.980 perusahaan publik global di 91 negara di dunia mengindetifikasikan beberapa faktor kesuksesan sebuah perusahaan, diantaranya adalah variasi sektor industri, dimana kuota perempuan menjadi direktur hingga faktor kepemimpinan perempuan. Hmm..  


Hal-hal inilah yang kemudian saling memiliki korelasi dengan peningkatan profit perusahaan yang cukup signifikan. Studi-studi lain juga banyak yang menyatakan bahwa keikutsertaan kaum perempuan ternyata sangat berpotensi untuk menjadi pemimpin perusahaan bahkan sekelas CEO sekalipun.

Terkait dengan keterlibatan perempuan berpotensi dalam lini industri dan top leader, berikut ini kita akan bahas setidaknya 3 CEO perempuan mewakili kaum muda yang bisa menjadi panutan di dunia bisnis saat ini. 

Siapa saja mereka? Simak sampai habis yaa. Saya merangkumnya dari berbagai sumber untuk kalian.  


Chaterine Hindra Sutjahyo, Direktur Zalora Indonesia. 



Indonesia merupakan pasar yang potensial untuk e-commerce. Tak heran banyak marketplace online maupun ritel tumbuh subur di tanah air. Mengawali karirnya sebagai konsultan di McKinsey Singapura, perempuan kelahiran 33 tahun lalu ini merupakan lulusan Bachelor of Bussinees (Banking & Finance) dari Nanyang University dan sempat juga meniti karir di perusahaan IT di India dan startup di Amerika Serikat. Pada tahun 2016 lalu ia menjadi CEO di Alfaonline (PT. Sumber Trijaya Lestari). Dan puncak karirnya ialah menjadi orang nomor satu di Zalora, sebagai direktur e-commerce ternama di Indonesia.


Diajeng Lestari, Founder HijUp. 



Perempuan berhijab ini merupakan istri dari Achmad Zaky founder Bukalapak.com tidak mau hanya mengandalkan suami sebagai orang yang bekerja menjadi penyandang nafkah di keluarganya. Ia lalu membuat situs tentang fashion muslimah dari brand-brand ternama. Perempuan lulusan FISIP Universitas Indonesia ini seorang perempuan yang memiliki pemikiran terbuka. Berawal dari kegelisahannya perihal kesulitannya menemukan pakaian muslimah yang dikenakan ketika akan beraktivitas ke kantor dengan syarat harus fashionable, bersih dan rapi. Pada tahun 2011 ia mendirikan HijUp.com dengan konsep seperti mall namun online. Singkat cerita, HijUp.com menjadi e-commerce menjadi yang pertama di Indonesia bahkan dunia yang menyediakan khusus baju-baju muslimah yang syar’i. Sehingga tiidak heran ia  mendapatkan  funding dari perusahaan investasi yang berbasis di Silicon Valley sebesar 1 juta dollar US sebagai e-commerce yang bergerak dibidang Moslem Fashion.


Marissa Mayer, CEO dan Presiden Yahoo! 



Perempuan kelahiran 30 Mei 1970 ini merupakan seorang eksekutif bisnis dan presiden sekaligus CEO Yahoo! Asal Amerika Serikat. Sebelumnya ia adalah seorang eksekutif dan juru bicara Google. Ia juga merupakan CEO termuda yang memimpin perusahaan Fortune 500. Lulusan universitas bergengsi Stanford dan menyandang gelar B.S dalam sistem simbolik dan M.S dalam bidang komputer. Pada tanggal 16 Juli 2012, Mayer ditunjuk sebagai presiden dan CEO Yahoo!

Menurut majalah Fortune 500, Mayer termasuk dalam daftar 50 Wanita Pebisnis Terkuat yang dirilis pada tahun 2008,2009, 2010 dan 2011 dimana ia menempati posisi ke 50, 44, 42 dan 38 secara berturut-turut.


Nah,  dari ketiga nama perempuan diatas, dapat kita simpulkan bahwa setiap orang dilahirkan dengan segala software yang Tuhan kasih.  Termasuk bakat dan minat.  Tinggal bagaimana kita memaksimalkan modal dasar pemberian Tuhan tersebut.  

Dalam Islam, perempuan dan pria memiliki kesetaraan dalam hal perolehan ilmu serta kesempatan berkarir.  Namun,  ketika kaum perempuan mempunyai potensi yang mumpuni pada suatu bidang, katakanlah menduduki top leader,  serta ia mampu bertanggung jawab pada keluarganya (jika sudah berkeluarga),  maka kesuksesan dobel ia dapat.  Yaaa karir dan keluarga.  Hebat yaaa perempuan.  

So,  kalian perempuan dimanapun semangat terus yaaa..  Jadilah perempuan inspiratif bagi perempuan lainnya..  


  


Tidak ada komentar:

terimakasih sudah berkunjung, dan mohon maaf komennya di moderasi dulu yaa..

Diberdayakan oleh Blogger.